Thursday, May 8, 2014

Jembatan Sri Rama, nyata atau tidak ?





Assalamu alaikum wr wb.

Sobat littlewawan yang pernah dengar atau baca cerita Ramayana karya Walmiki, pasti masih ingat bagaimana caranya Sri Rama dan pasukan keranya menyerang kerajaan Rahwana.

Karena kerajaan Rahwana yang bernama kerajaan Alengka berada di seberang lautan, maka pasukan kera mengumpulkan dan menumpuk batu di laut, sehingga lama-kelamaan tercipta jembatan antara negeri India dengan kerajaan Alengka.

Setelah jembatan selesai, baru pasukan Sri Rama berbondong-bondong melewatinya untuk menuju kerajaan Alengka. Nyata atau tidaknya cerita Ramayana ini, tapi sebenarnya memang ada sebuah daratan memanjang di laut antara negeri India dengan pulau Srilangka (=Alengka). Daratan ini terkadang bisa terlihat mata bila air surut, tapi tidak terlihat bila air pasang.

Pada awalnya, batu yang dipakai oleh pasukan kera adalah batu apung, sehingga tercipta jembatan apung. Tapi lama-kelamaan batu-batu itu menancap di dasar laut.

Panjang jembatan sejauh 18 mil (30 km). Usia jembatan diperkirakan 1 juta sampai 2 juta tahun. Dalam kisah Ramayana jembatan itu disebut Situbandha. Situ = jembatan, bandha = lautan. Menurut para arkeolog, keberadaan jembatan ini masih perlu diteliti lebih lanjut, apakah buatan manusia atau karena fenomena alam terkait pergerakan laut dan tanah. Mengenai kebenaran kejadian cerita Ramayana itu, mungkin kita tidak akan pernah tahu.



Selain dikenal sebagai jembatan Rama, jembatan itu juga disebut jembatan Adam, oleh kalangan barat, karena didasarkan pada cerita Nabi Adam yang diturunkan dari surga kemudian menuju pulau Srilangka untuk bertapa di Bukit Adam. Cerita mengenai telapak kaki Nabi adam di Srilangka akan kita ulas lain waktu.

Wassalam.
Salam dari kota pahlawan.

Sumber :

Tulisan sebelumnya :

No comments: