Showing posts with label otomotif. Show all posts
Showing posts with label otomotif. Show all posts

Wednesday, June 4, 2014

Apa itu ‘HOT ROD’ ?



Assalamu alaikum wr wb.

Buat penggemar dunia otomotif mungkin pernah mendengar istilah ‘hot rod’, tapi apakah maksud sebenarnya dari hot rod?



Budaya mobil hot rod berawal dari tahun 1930-1940an di negeri Amerika Serikat, khususnya California. Terdapat danau kering yang digunakan untuk berkumpulnya para pemuda dan melakukan balap mobil ilegal. Mobil yang digunakan sebenarnya merupakan mobil harian yang dimodifikasi sehingga siap turun balapan. Basic nya adalah mobil yang murah harganya, karena para pembalapnya kebanyakan bukan berasal dari keluarga kaya.

Pada awalnya mobil yang dipakai adalah Ford tipe A & tipe T, karena banyak di pasaran & murah. Kemudian mobil dimodifikasi sehingga bobotnya ringan. Fender roda, aksesoris, kaca depan, kap mesin, dilepas. Untuk menambah traksi, ban belakang dipasang ukuran besar. Ban depan dipasang ukuran kecil, untuk mengurangi hambatan angin. Mesin yang dipakai kebanyakan adalah Ford flathead V8.



Karena popular nya balapan ini, mobil sedan pun banyak yang ikutan. Modifikasinya yaitu dengan merendahkan atap (top-chop), kaca depan dipasang agak mundur/posisi miring, supaya mengurangi hambatan angin.

Kemudian amerika Serikat terlibat dalam Perang Dunia II, para pemuda hot rod harus berangkat berperang, sehingga era balap hot rod menghilang. Tapi setelah perang berakhir, para pemuda pulang ke kampong halamannya, dengan membawa pengalaman ilmu mekanikal dan logam. Hobi mobil hot rod kembali menjamur. Bahkan dari luar kota California juga berdatangan ke danau kering, untuk balapan mobil ilegal.

Budaya hot rod menjadi budaya popular saat itu di amerika, berbarengan dengan budaya rock ‘n roll, juga dianggap menjadi sisi gelap Amerika, karena kenakalan para pemudanya. Untuk menanggulanginya diadakan Pameran Hot Rod, pada tahun 1948. Penontonnya membludak. Kemudian juga terbit majalah khusus mobil Hot Rod. Didirikan juga NHRA-National Hot Rod Association, sehingga budaya ini lebih terarah, balapan diadakan secara resmi, teknik modifikasi mesin dan body mobil juga semakin matang.



Merk mobil yang digunakan modifikasi hot rod semakin beragam, Chevrolet, Volkswagen, Mercury, Cadillac, dan lain-lain.

Pada tahun 1960an, pabrikan mobil membuat muscle-car, mobil sedan dengan tenaga yang besar. Hal ini mulai menyurutkan budaya hot rod, karena mobil tidak perlu dimodifikasi sudah bisa berlari kencang. Namun penggemar hot rod tetap ada di seluruh dunia.

Wassalam.
Salam dari kota pahlawan.

Sumber :

Tulisan sebelumnya :

Tuesday, May 27, 2014

Apa itu ‘CAFÉ RACER’ ?





Assalamu alaikum wr wb.

Kali ini blog Little Wawan kembali mengulas mengenai dunia sepeda motor, karena banyak hal menarik untuk diulas, salah satunya yaitu ‘cafĂ© racer’, atau bisa diartikan ‘pembalap cafĂ©’.

Sebenarnya tidak dapat dipastikan kapan cafĂ© racer ini muncul, apakah tahun 1950an atau 1960an, di daerah Eropa (Inggris, Perancis). Seperti saat ini, pada jaman itu juga sudah ada kompetisi balap motor tingkat dunia maupun tingkat regional. Tentu saja ini memiliki pengaruh pada budaya pengendara motor di jalanan yang juga menyukai gaya balap di motor pribadinya. Banyak dari mereka menerapkan gaya motor balap. Kebetulan mereka juga suka nongkrong di cafĂ©. Sehingga timbul ejekan dari orang sekitarnya, terutama dari supir truk, pada mereka, dengan panggilan ‘cafĂ© racer’, maksudnya pemakai motor gaya balap tapi sukanya nongkrong di cafĂ©, bukan di sirkuit. CafĂ© yang terkenal saat itu Ace CafĂ© London, cafĂ© ini masih berdiri saat ini.


Budaya cafĂ© racer terus berkembang saat itu. para penggemar cafĂ© racer memodifikasi mesin motornya, sehingga mencapai kecepatan tinggi. Minimal dapat berlari 100 mil perjam (160 km/jam). Bayangkan dengan keterbatasan teknologi otomotif disaat itu sudah mencapai kecepatan seperti itu. 100 mil perjam diberi istilah ‘ton’. Sehingga pemuda cafĂ© racer juga disebut dengan ‘ton-up boys’.

Kegiatan cafĂ© racer bukan hanya nongkrong di cafĂ©, tapi juga balapan. Start balap dimulai saat music rock di juke-box dimulai, lalu mereka melaju secepat mungkin menuju titik tertentu, lalu balik lagi ke cafĂ©, sebelum music rock di juke-box berakhir. Untuk itu mereka juga disebut dengan istilah ‘rockers’. Saat itu tahun 1960an radio masih jarang digunakan sehingga juke box yang menjadi hiburan music di cafĂ©. Selain itu terkadang mereka balapan dari kafe tertentu menuju kafe lainnya. Yang kalah balapan mentraktir minuman kepada pembalap yang menang.


Pada awalnya motor yang digunakan adalah buatan Inggris, yaitu Norton, Triumph, BSA, AJS. Terkadang mereka menggabungkan sasis dengan mesin dari merk yang berbeda. Seperti sasis Norton dengan mesin Triumph, disebut ‘Triton’. Atau sasis BSA dengan mesin Triumph, disebut ‘Tribsa’. Dengan perpaduan ini membuat motor menjadi cepat di jalan lurus dan stabil di tikungan.

Ciri khas motor ini, yatu bentuk tangki yang ramping, kadang bagian paha pengendara ditekuk ke dalam tangki sehingga bisa dijepit paha; setir ditekuk ke bawah dan tidak lebar, sehingga posisi duduk merunduk dan mudah selap-selip di jalan kota; pijakan kaki mundur; jok single seat; ada juga yang pakai fairing kecil. Untuk bagian lainnya terkadang dilepas supaya motor jadi ringan. Sehingga motor café racer terasa tidak nyaman, tapi cepat dan ringan.

Café racer bisa dianggap sebagai cikal bakal sportbike modern. Keberadaan mereka membuat pabrikan motor untuk menciptakan motor yang bisa digunakan di jalanan dengan cepat dan stabil di tikungan. Dan akhirnya budaya café racer memudar setelah pabrikan motor bisa menciptakan motor produksi masal yang bisa lari cepat, tanpa perlu melakukan modifikasi.

Itulah sekelumit kisah mengenai café racer, yang ternyata bukan hanya gaya seolah motor balap, tapi memang digunakan untuk balapan dan nongkrong di café, dengan kecepatan minimal 100 mil/jam (160 km/jam).

Apabila ada sobat Little Wawan ingin menambahkan info, silakan dituliskan di kolom komentar. Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan sobat semuanya.



Wassalam.
Salam dari kota pahlawan.

Sumber :

tulisan sebelumnya :

Sunday, May 25, 2014

Red ocean & sejarah motor sport 250 cc



Assalamu alaikum wr wb.

Kali ini blog Little Wawan akan membahasa kelas motor sport 250cc-4 tak di Indonesia. Seperti kita tahu, bahwa saat ini berbagai merk pabrikan motor Jepang di Indonesia mulai konsentrasi di pangsa pasar motor bermesin 250cc-4 tak, yaitu merk Kawasaki, Honda, Suzuki, dan Yamaha.


Booming motor sport bermesin 250cc, didahului oleh masuknya Kawasaki Ninja 250cc pada tahun … Tapi sebenarnya jauh sebelum itu, di Indonesia sudah mengenal motor 250cc, yaitu Suzuki Thunder 250, motor sport naked, yang diproduksi tahun 1999 . Sayangnya, saat itu kondisi pasar motor Indonesia belum siap, sehingga penjualannya agak susah. Selain itu spare partnya terbilang langka dan mahal, konsumen motor cenderung tidak suka hal ini. Suzuki thunder 250 diproduksi sampai tahun 2005.


Di tahun 2008 perusahaan Kawasaki menggebarak pasar dengan Ninja 250R, motor sport berfairing dengan mesin 250cc-twin cylinder. Sebenarnya saat itu bisa dibilang perusahaan Kawasaki bermain sendirian di pasar ini, mungkin bisa dibilang ini adalah pertaruhan besar. Saat itu pasar sedang mengalami kejenuhan dengan motor sport naked, sehingga munculnya motor sport fairing menjadi angin segar bagi konsumen yang ingin tampil beda. Perlahan tapi pasti, penjualan Ninja 250R meningkat, dan menjadi trend pasar tersendiri. Tahun 2012, Ninja 250R memakai pengkabutan injeksi, sebelumnya karburator. Tahun 2012 perusahaan Kawasaki juga menjual motor sport naked Z 250.



Setelah pangsa pasar motor 250cc mulai terbentuk, perusahaan Honda juga memasukkan motor sport fairing, CBR 250R ke Indonesia pada tahun 2011. Speknya dibawah Ninja 250R, karena CBR bermesin 250cc-single cylinder. Tentunya harga dan powernya sedikit lebih rendah. Sayangnya pasar motor sport 250cc kurang tertarik dengan motor ini, ada yang beranggapan bahwa mesin single cylinder sama saja dengan mesin 200cc (Honda Tiger) yang diperbesar bore atau stroke pistonnya. Suara mesin dan knalpotnya juga tidak beda jauh dengan Honda Tiger. Bahkan harga CBR 250R terus naik mendekati harga Ninja 250R. hal ini membuat konsumen semakin tidak berminat terhadap CBR ini.


Tahun 2012, perusahaan Suzuki juga mencoba untuk menjual motor sport 250cc. berbeda dengan Honda dan Kawasaki, Suzuki menghadirkan motor sport naked, bernama Inazuma, bermesin 250cc twin cylinder. Namun konsumen tidak begitu tertarik akan kehadiran motor ini, mungkin karena bentuknya yang kurang sporty, mungkin karena bobotnya yang ‘over’, atau mungkin juga karena masalah surat-surat impornya. Sangat disayangkan.


Pada tahun ini Kawasaki menambah jajaran motor sport 250cc, yaitu Ninja 250 mono (sport fairing) dan Z 250SL (sport naked). Keduanya memakai mesin 250cc single cylinder. Secara spek, kedua motor baru ini setara dengan Honda CBR 250R, namun kedua motor baru ini dijual dengan harga lebih rendah.


Perusahaan Yamaha pun tertarik untuk menjual motor sport 250cc. akhirnya lahirnya R25 dengan mesin 250cc-twin cylinder. Inilah competitor yang pas untuk Ninja 250, karena speknya hampir sama. Bahkan claim pabrikan Yamaha, ini motor baru memiliki power yang lebih besar, bobotnya lebih ringan dibanding Ninja 250. Tentu saja konsumen motor sport bisa beralih pada R25.

Disinilah strategi marketing bisa berubah. Bila sebelumnya Blue ocean strategy, berubah menjadi Red Ocean Strategy. Namun bisa dibagi menjadi 2 kelas, yaitu twin-cylinder dan single-cylinder. Untuk twin-cyl yaitu Ninja 250 & R25. Single-cyl yaitu CBR 250R dan Ninja 250.

Red ocean, strategi penjualan perusahaan dengan mengalahkan saingan mereka, untuk mengambil bagian yang lebih besar dari permintaan produk atau jasa. Produk merupakan komoditas manusia, terjadi persaingan kejam seperti lautan yang berdarah (darah=merah).
Blue ocean, strategi penjualan perusahaan dengan menyediakan barang atau jasa yang tidak ada saat ini tau ruang pasar yang belum diketahui. Dalam blue ocean, permintaan diciptakan bukan diperebutkan, kompetisi belum muncul.

Demikian ulasan sederhana mengenai penjualan motor sport 250cc di Indonesia. Semoga bermanfaat untuk sobat Little Wawan. Terimakasih buat yang sudah meluangkan waktu untuk membacanya. Mungkin ada kritik atau tambahan info, mungkin bisa menuliskan komentar dibawah.

Wassalam.
Salam dari kota pahlawan.

Tulisan sebelumnya :

Sunday, May 11, 2014

Apa bedanya Kawasaki new Z 250 SL dengan old Z 250?



Assalamu alaikum wr wb.

Seperti diberitakan di berbagai media, perusahaan Kawasaki baru saja launching tipe motor terbarunya new Z 250 SL, yang merupakan versi naked-bike dari Ninja 250 SL. Padahal sebelumnya Kawasaki juga sudah punya motor bermesin 250cc tipe naked-bike yaitu Z 250. Lantas apa perbedaan antara keduanya?

Berikut ini gambarnya.

New Z 250 SL.


Z 250.


Fisik luarnya memiliki perbedaan, yaitu New Z 250 SL memiliki body yang lebih ramping. Lampu depan single yang lebih ramping. Shroud tangki tidak terlalu besar. Bentuk knalpot juga lebih kecil. Rangka trellis steel. Sedangkan Z 250  memang lebih besar baik body dan lampu depannya. Shroud tangki lebih besar dan menyatu dengan undercowl mesin. Bentuk knalpot lebih besar dan gagah. Rangka tube diamond steel.

Mesin New Z 250 SL yaitu bertipe250cc Liquid-cooled, 4-stroke 1 Cyl DOHC-injeksi . Tenaga maksimal 28 dk pada 9700 rpm. Bobotnya 148 kg. sedangkan Z 250 memiliki mesin 4-stroke liquid-cooled Parallel Twin DOHC-injeksi dual throttle. Tenaganya 32 ps (=31.2 dk) di 11.000 rpm. Jadi sudah jelas bahwa Z 250 memiliki power lebih besar karena mesin 2 silindernya, tentunya bensin lebih boros.



Bobot antara keduanya juga berbeda. New Z 250 SL yaitu 148 kg. sedangkan Z 250 yaitu 168 kg.

Dari berbagai perbedaan diatas mungkin bisa ditarik kesimpulan bahwa New Z 250 SL lebih cocok untuk pemakaian harian dalam kota karena bentuknya yang ramping, lebih irit bensin, dan bobot lebih ringan. Sedangkan Z 250 lebih cocok untuk pemakaian luar kota/touring karena bentuk lebih besar dan berat, mesin lebih bertenaga.

Harga New Z 250 SL yaitu 39 juta dan 45 juta rupiah. Harga Z 250 yaitu 50 juta dan 57 juta rupiah. Harga untuk masing-masing kota bisa berbeda.

Demikian komparasi singkat mengenai New Z 250 SL dan Z 250. Semoga bermanfaat buat sobat littlewawan semuanya.

Wassalam.