Tuesday, May 12, 2015

Pertempuran Surabaya & Museum Tugu Pahlawan




Tugu Pahlawan , sebagai saksi sejarah pertempuran di Surabaya
Assalamu alaikum wr wb.

Gimana kabar sobat semuanya? Semoga bahagia dan sehat selalu, sehingga bisa menjalankan segala aktifitas dengan lancar.

Kali ini blog Little Wawan akan menuliskan mengenai Monumen & Museum Tugu Pahlawan. Pastinya sobat semua udah pada tau kan, apa itu Tugu Pahlawan yang ada di Kota Surabaya (ya iyalaaah, anak SD aja tau). Tapi mungkin banyak yang belum tau ada apa disana? So, let’s check this out bro.
Mari kita ulas sedikit mengenai sejarahnya (jangan sampe ngantuk lohhh, apalagi sampe pusing baca sejarahnya).

Pada akhir Perang Dunia II, Jepang menyatakan kalah terhadap pasukan gabungan tentara Sekutu. Bpk Ir Soekarno dan para pendiri bangsa memanfaatkan momen ini untuk menyatakan kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan Jepang, tanggal 17 Agustus 1945. Di berbagai wilayah Indonesia terjadi pertempuran dengan sisa-sisa tentara Jepang untuk melucuti persenjataan mereka.

Saat yang sama tentara Inggris, atas nama pasukan Sekutu, datang mendarat di Indonesia, bulan September-Oktober 1945, termasuk kota Surabaya. Tujuannya melucuti sisa-sisa tentara Jepang di Indonesia. Tetapi tentara Inggris diboncengi oleh pihak Belanda, yang punya tujuan ingin menjajah kembali bangsa Indonesia.
Pastilah, arek-arek Suroboyo yang terkenal keberaniannya bergejolak, sehingga terjadi pertempuran-pertempuran di Surabaya. Dipicu pula oleh pengibaran bendera Belanda di atap Hotel Yamato (atau Hotel Oranje) sehingga terjadi insiden perobekan bendera yang menimbulkan korban jiwa. Keadaan yang memanas bisa didinginkan oleh gencatan senjata yang diatur oleh Presiden Soekarno.

Tapi gejolak kembali terjadi setelah tewasnya Brigjen Mallaby di sekitar Jembatan Merah. Pihak Inggris mengeluarkan ultimatum, supaya para pimpinan dan orang bersenjata menyerahkan diri dan menyerahkan senjatanya, paling lambat jam 6 pagi 10 November 1945.

Wis geger tenan iki, mas bro! dar der dor! Duar!
Pertempuran kembali terjadi, karena milisi-milisi tidak mau menuruti ultimatum itu. diawali dengan pemboman dan penyerbuan oleh tentara Inggris sehingga merusakkan fasilitas kota Surabaya. Tetapi para pemuda sipil dan militer Surabaya tidak menyerah. Meskipun korban tewas cukup banyak (6000-16000 pejuang), itu tidak menyurutkan keberanian arek-arek Suroboyo.

Pihak Inggris mengira bahwa Surabaya bisa dikuasai dalam 3 hari, tapi ternyata mereka membutuhkan waktu 3 minggu. Meskipun akhirnya kota Surabaya bisa ditaklukan, tapi pertempuran ini memicu perlawanan terhadap tentara Inggris di kota-kota lain di Indonesia.

Itulah sejarah singkat mengenai pertempuran ’45 di Surabaya, semoga belum ada yang ketiduran yaaaa.
Tugu pahlawan dibangun untuk memperingati pertempuran tersebut. Tingginya 45 yard. Berbentuk paku terbalik, sisi-sisinya punya 10 lengkungan, badannya dibagi 11 ruas. Kalo diutak-atik akan keluar angka 10-11-45, yaitu 10 November 1945, tanggal awal pertempuran kota Surabaya.
Lokasinya ada di tengah kota Surabaya, di depan kantor Gubernur Jatim.


Maket lokasi Tugu Pahlawan dan sekitarnya

Monday, March 23, 2015

Touring to Dalegan Beach

Assalamu alaikum wr wb.

Bagaimana kabar sobat semuanya? Semoga selalu diberi kesehatan dan keberkahan sehingga lancar dalam segala urusannya.
Setelah sekian lama tidak menulis di blog, Little Wawan akhirnya mendapat kesempatan untuk meulis lagi. Yahh mumpung ada bahan tulisan baru juga.

Little Wawan kali ini akan menuliskan cerita perjalanan touring ke sebuah pantai di Jawa Timur, lebih tepatnya berada di Dalegan-Kabupaten Gresik. Keberadaan pantai ini sudah cukup dikenal bagi masyarakat Jatim, tapi masih banyak yang belum pernah mengunjunginya, termasuk penulis. (Ealahhh… ngakunya suka jalan-jalan, tapi masih banyak tempat wisata yang belum tau).

Hari minggu tanggal 15 Maret 2015, penulis bersama keluarga tercinta, merencanakan touring ini. Kendaraan yang dipakai yaitu ‘Neng Riris’, panggilan untuk mobil Toyota Yaris kesayangan (biar kaya’ orang-orang, kendaraan dikasih nama segala, hihihi….)

Foto dulu waktu mau berangkat

Jam 7.30 waktu Surabaya, ok let’s go! Sebetulnya agak molor dari jadwal, biasalah urusan rumah tangga, hihihi… Neng Riris distater, cekrik, brong-brong! Knalpot meraung (hehehe, gaya dikit, untung tetangga gak pada protes ama suaranya). Cuaca cerah cenderung panas. Segera meluncur menuju jalan tol Surabaya-Perak-Gresik. Jalan relative lancar. Tumben yahhh, biasanya hari minggu macet. Alhamdulillah.

View jalan tol

Dasarnya gak menguasai area gresik, keluar tol di Kebomas. Salah besar! Setelah bertanya pada mbak kasir Alfamart disarankan untuk menuju Manyar lewat GKB (Gresik kota Baru), ehhh… mbak kasirnya asli orang Gresik tapi wajahnya bening juga (hehehe…). Begitu masuk GKB, penulis malah merasa ini jalan bisa menghambat kecepatan menuju lokasi karena di dalam GKB lalu lintasnya padat. Atas kesepakatan bersama dengan ‘menteri keuangan’ mobil diarahkan kembali ke pintu tol. Selanjutnya menuju pintu tol Manyar. Ayo digaaaas! Brrroooooonnng! Wuuus!

View Jl Daendels

Keluar dari pintu tol Manyar kemudian mengambil arah menuju Paciran atau WBL (Wisata Bahari Lamongan). Jalan rayanya agak sempit, sehingga cenderung macet, meskipun mobil tetap bisa jalan. Dulunya jalan ini dinamai Jln Daendels. Hayo diingat lagi pelajaran sejarah mengenai Daendels. Sebelumnya sempet tanya ama warga setempat mengenai arahnya supaya tidak salah arah lagi. Di tepi jalan view-nya kebanyakan tambak, hutan, dan permukiman.


View jalan pedesaan

Sempat terjadi kemacetan karena ada kecelakaan, sepertinya truk tabrakan dengan sepeda motor. Setelah melewati lokasi kecelakaan kemacetan kembali terurai. Gasss brooo!
Kemudian ada papan petunjuk jalan bahwa arah pantai berbelok ke kiri. Jalan semakin menyempit, melewati pedesaan, tapi tetap beraspal. Jalan berkelok-kelok, sering bertemu dengan rombongan truk pengangkut batu kapur. Ternyata di sisi kiri jalan terdapat bukit kapur yang dijadikan tambang batu kapur. Setiap berpapasan dengan truk harus melambatkan kendaraan karena jalannya sempit.

Bertemu dengan pertigaan jalan. Setelah tanya dengan warga setempat, diarahkan untuk belok ke kiri. Tidak berapa lama, sudah terlihat lautnya di sebelah kanan. Airnya berwarna biru kehijauan dan terlihat jernih. Akhirnya kita hampir sampai tujuan.

Jalan berkelok-kelok, tapi belum ketemu juga dengan kawasan wisatanya. Agak pelan-pelan aja, sambil mengamati papan-papan petunjuk. Dan akhirnya kita sampai di kawasan wisata Pasir Putih Segoro Indah Dalegan-Panceng. Waktu menunjukkan jam 10.30 waktu Gresik. Alhamdulillah….

Di tepi laut

Parkir di pantai

Neng Riris masuk area parkir mobil. Ternyata sudah banyak mobil yang parkir. Tempat parkirnya langsung menghadap ke laut. Keluar dari mobil, angin laut menyambut membawa aroma khas daerah pantai. Pasirnya berwarna putih dan cukup bersih. Air laut cukup jernih, warnanya biru kehijauan, ombaknya tenang. It’s beautiful meeeen …. Di sisi kiri dan kanan pantai, ada tumpukan batu karang yang menjorok ke laut. Batas antara pantai dan parkir ditanami pepohonan sehingga cukup rindang.


View pantai

Di area parkir dilengkapi kedai-kedai makanan, sehingga pengunjung tidak perlu takut kelaparan (makanan itu penting, bro). selain itu juga banyak tempat mandi/toilet, buat yang ingin mandi sehabis bermain di pantai.
Di area pantai ada persewaan ban bekas untuk pelampung, persewaan perahu kano, juga jual layang-layang. Angin pantai cukup keras memang cocok untuk bermain layang-layang.


View pantai
Bermain air
Bermain layangan

Setelah cukup bermain air, bermain layangan, juga berfoto (pastilah … ) kami pun bersiap pulang. Waktu menunjukkan jam 13.30. rute yang dilewati yaitu rute yang sama dengan berangkatnya.
Demikian tulisan mengenai catatan perjalanan touring ke pantai Dalegan.

Semoga bisa berguna buat yang sudah membacanya. Semoga kami sehat selalu sehingga bisa mencari sumber-sumber inspirasi untuk bahan tulisan selanjutnya, dan sobat pembaca semuanya diberikan kesehatan untuk terus menyimak tulisan kami.

Amiiin. Wassalam.


Phone/Whatsapp : +6281331122195
Twitter : @little_wawan
Facebook : littlewawanblogger





Sunday, November 23, 2014

Angkor wat, candi di tengah telaga



Assalamu alaikum wr wb.

Di Negara Kamboja, berdiri sebuah kompleks candi yang keindahannya sudah terkenal di seluruh dunia. Dibangun pada abad ke-12. Terletak di Angkor, Siem Reap Province. Dunia mengenal candi ini dengan sebutan ANGKOR WAT.

Apakah keunikan dan sejarah candi ini?

View dari udara

Candi ini dibangun atas perintah dari Raja Suryavarman II (memerintah tahun 1113-1150) dari dinasti Khmer, sebagai persembahan untuk Dewa Wisnu (agama Hindu). Nama asli candi ini adalah VARAH-VISHNU-LOK.

Untuk sebagian masyarakat kuno, terdapat sebuah dongeng, bahwa candi ini dibangun dalam sehari saja, oleh Dewa Indra untuk putranya, Precha Ket Mealea, dengan tenaga kerja dari arsitek mistis.

Angkor Wat dibangun untuk menjadi candi kenegaraan juga sebagai ibukota kerajaan. Pembangunan berhenti setelah wafatnya sang raja. Saat itu kerajaan Angkor dikuasai oleh dinasti Chams yang merupakan musuh dari dinasti Khmer. Namun akhirnya raja baru yaitu Jayavarman VII berhasil memulihkan keadaan dan pembangunan candi diteruskan lagi.

Layout

Bila pada awalnya candi ini dibangun untuk upacara keagamaan Hindu, pada abad ke-13 candi ini mulai digunakan untuk kegiatan umat Buddha Theravada.

Secara arsitektural, bentuk Angkor Wat melambangkan miniature alam semesta. Di pusatnya, yaitu gunung Meru, yang dianggap sebagai tempat suci pusat alam semesta. Dinding luar melambangkan pegunungan di tepi daratan. Sedangkan telaga atau parit yang mengelilingi candi, merupakan symbol lautan. Meskipun pada abad ke-16, candi ini sempat diabaikan dan terbengkalai, tapi karena adanya telaga yang mengelilingi candi, pepohonan dan hutan tidak merusak bangunannya.

Tinggi menara pusat yaitu 213m. berdiri di tengah 3 tingkat bujur sangkar/persegi panjang. Makin ke dalam, lantai makin tinggi tingkatnya.

View dari depan
bangunan dalam
Inner court
Menara pusat

Mulai abad ke-19, candi ini dipugar kembali. Keindahan candi ini telah menaikkan kehormatan bangsa Khmer dalam sejarah dunia.

Jendela

Relief dinding

Relief dinding


Demikian ulasan kami mengenai candi Angkor Wat yang merupakan salah satu situs bersejarah yang ada di Kamboja. Semoga bermanfaat.


Sumber :
http://www.tourismcambodia.com
http://en.wikipedia.org
http://www.molon.de



Wassalam,
Salam dari kota pahlawan.

Phone/Whatsapp : +6281331122195
Twitter : @little_wawan
Facebook : littlewawanblogger



Friday, September 19, 2014

Venezia, kota terapung di Italy (2)

Melanjutkan tulisan sebelumnya.
venezia-kota-terapung-di-italy

Lukisan menggambarkan Piazza San Marco

Lokasi wisata terkenal di Venezia, yang pertama, PIAZZA SAN MARCO. Lokasi ini adalah sebuah lapangan besar yang dikelilingi oleh Bangunan classic Venezia. Lapangan ini telah diperluas sehingga langsung berbatasan dengan laut laguna. Dalam sejarahnya Piazza digunakan untuk kegiatan social, keagamaan dan politik.
Piazza berbatasan langsung dengan Basilika Gereja St Marco (Basilika bisa diartikan gedung untuk fungsi public). Kemudian di samping gereja ada lapangan juga, Piazzetta dei Leoncini, sebuah ruang terbuka dengan 2 patung singa marmer.
Layout piazza

Kemudian ada Menara jam (Torre dell'Orologio), yang bergaya classic Eropa, selesai dibangun 1499.
Sisi utara adalah arcade (koridor) untuk berbagai toko & restoran di lantai bawah. Lantai atas nya adalah perkantoran. Ada juga Caffe Quadri yang sudah terkenal sejak abad ke-19.
Ujung barat Piazza ada arcade ‘Ala napoleonica(Napoleon Wing)’ yang dibangun oleh Napoleon. Terdapat tangga masuk ke  Museo Correr (museum).
Sisi selatan Piazza, ada arcade juga dengan deretan toko, yang terkenal adalah Caffe Florian yang dibuka sejak 1720. Lantai atas sebenarnya dibuat untuk istana anak tiri Napoleon, sekarang dipakai untuk museum.
View dari atas tower

Kemudian ada campanile (menara lonceng gereja) yang sudah dibangun tahun 1156-1173. Setelah sempat hancur, menara ini dibangun lagi tahun 1912. Dekat campanile ada sebuah Bangunan kecil bernama Loggetta yang dibangun Sansovino tahun 1537-1546, untuk lobby para politisi/bangsawan sebelum masuk ke rapat dewan. Di seberang piazza ada 3 tiang bendera dengan bahan perunggu berhias relief yang diagun Alessandro Leopardi tahun 1505.

Lukisan Grand Canal

Foto satelit Grand Canal

Lokasi wisata berikutnya, THE GRAND CANAL (CANALASSO). Ini adalah sebuah canal besar yang membelah kota Venezia, dari Laguna sampai dengan Basilika St Marco. Kalo dilihat dari atas akan tampak seperti huruf S terbalik. Panjang 3.800m, lebar 30-90m, kedalaman rata-rata 5m.

Perahu gondola

Canal ini merupakan sarana transportasi utama. Kendaraannya yaitu Bis air (vaporetti), taxi air privat, serta perahu gondola. Di sepanjang canal berdiri 170 gedung palazzo/palazzi milik para bangsawan. Pada abad ke 13 sampai 18, para bangsawan Venezia berlomba membangun istana mereka dengan cantik langsung menghadap Grand Canal.
Karena beberapa palazzo cantik itu langsung dibangun di tepi canal tanpa trotoar, maka untuk menikmati view-nya, harus lewat transportasi air. Sejak jaman dahulu transportasi air menjadi sarana utama di Venezia. Awalnya jembatan yang melintasi canal ini hanya satu, jembatan Rialto. Sekarang sudah ditambah 3 jembatan.
Jembatan Rialto

Seiring berjalan waktu, pembangunan rumah atau gedung di sepanjang canal memiliki bentuk yang berbeda. Pada abad ke-12 & 13, banyak dibangun “fondaco”, rumah untuk perdagangan. Fondaco memiliki 2 lantai, lantai bawah untuk gudang/toko, lantai atas untuk rumah tinggal. Dari perahu canal barang bisa langsung keluar masuk toko.


Pada abad ke-13 & 14, dipengaruhi oleh gaya Byzantium, sehingga disebut Venetian-byzantine, dengan ciri deretan kolom loggia pada koridor dan seni artistic byzantine.
Pada abad ke-15, dipengaruhi oleh gaya Venetian Gothic, yaitu bercirikan jendela-jendela kecil meninggi dan meruncing atasnya. Juga ada pengaruh gaya timur-tengah, karena Venezia dan dunia Arab memiliki hunbungan dagang.


Akhir abad ke-15 berkembang gaya renaissance, bagian dalam gedung banyak dihiasi lukisan.
Pada abad ke-16 & 17, para bangsawan Venice semakin makmur dan menjadi keluarga besar. Sehingga saat ini kediaman di tepi canal semakin besar dan semakin tinggi.



Lokasi wisata berikutnya, THE MUSEO CORRER, sebuah museum yang terletak di Piazza San Marco. Museum ini dikelola oleh Fondazione Musei Civici di Venezia. Museum ini pening bagi seni dan sejarah Venezia.

Museo Correr

Pendiri museum adalah Teodoro Correr, seorang bangsawan Venezia, yang mendedikasikan hidupnya untuk menjadi kolektor barang seni dan antik yang berhubungan dengan Venezia.
Ketika Republik venezia mengalami kemunduran tahun 1790, banyak bangsawan yang menjual barang-barang seninya pada orang asing, kemudian Correr mengumpulkannya lagi. Barang koleksinya dikumpulkan di kediaman pribadinya. Correr merasa bahwa koleksinya harus bisa dilihat oleh semua orang, sehingga dibukalah museum. Selama bertahun-tahun Museo Correr telah menjadi referensi atas sejarah dan seni Venezia sehingga bisa dipelajari oleh para pemerhati seni dan sejarah.
Koleksi museum cukup banyak. Terdiri dari karya seniman di masa kekuasaan Doge (=bangsawan duke) sampai jaman neo-classic.
Terdapat banyak lukisan dan foto, baik itu mengenai tokoh-tokoh Venezia berbagai jaman sampai lukisan mengenai perang dan penaklukan laut Adriatik. Terdapat juga kumpulan koin kuno dan mesin kuno sebelum jatuhnya Republik.
Barang-barang perkapalan juga ikut dipamerkan, karena sejarah Venezia tidak lepas dari sejarah kelautan, seperti kemudi, tiang layar, alat navigasi, dll.
Ada juga alat-alat perang saat perang terhadap kesultanan Turki, seperti meriam, tenda, pistol, dll.

Demikian ulasan mengenai Venezia yang sudah terkenal keindahannya. Semoga bermanfaat.

Wassalam,
Salam dari kota pahlawan

Sumber :

Venezia, kota terapung di Italy


Peta Venezia & Italy

Assalamu alaikum wr wb.

Mungkin nama kota “Venezia” sudah sering kita dengar. Beberapa Negara meneyebutnya sebagai “Venice”. Kali ini blog Little Wawan akan menuliskan ulasan mengenai kota yang unik ini.

Venezia terletak di region Veneto – negara Italy. Venezia merupakan rangkaian pulau dan kanal yang terletak di sebuah laguna. Laguna adalah teluk yang terpisah dari laut oleh gugusan pasir atau karang. Pulau-pulau di Venezia dihubungkan oleh jembatan. Tapi transportasi utama nya adalah dengan kendaraan air seperti perahu gondola, bis air(vaporetto) .

Kota Venezia terkenal dengan keindahan arsitektur bangunannya yang bergaya classic. Disini karya seni dan budaya Eropa berkembang dari masa lampau sampai era modern.

Berwisata ke Venezia bagaikan masuk ke dalam mesin waktu dan datang ke Eropa pada masa lampau. Ada beberapa lokasi terkenal yang patut dikunjungi di kota ini.

Foto Satelit Venezia

Lukisan Grand Canal Venezia

Baca ulasannya dalam tulisan berikut ini.
venezia-kota-terapung-di-italy-2

Sumber :
http://europeanhistory.about.com

Phone/Whatsapp : +6281331122195
Twitter : @little_wawan


Facebook : littlewawanblogger